SELAMAT MENYAMBUT LEBARAN KETUPAT 2021 / 1442 H

#MAYKIDNEWS, 19 Mei 2021.

SEJARAH KETUPAT
Konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat.
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus.
Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari : NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.

NGAKU LEPAT.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

LAKU PAPAT.
1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.

LEBARAN
Sudah usai,
menandakan berakhirnya waktu puasa.

LUBERAN
Meluber atau melimpah,
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

LEBURAN
Sudah habis dan lebur.
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis
karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

LABURAN
Berasal dari kata labur,
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT – LEPET
KUPAT
Kenapa mesti dibungkus JANUR ?
Janur, diambil dari bahasa Arab ” Ja’a nur ” (telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti
KUPAT YANG DIBELAH,
pasti isinya putih bersih,
hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa?
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja’a nur).

LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
Jadi setelah ngaku lepet,
meminta maaf,
menutup kesalahan yang sudah dimaafkan,
jangan diulang lagi,
agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET.

Tapi di edisi lebaran ketupat Tahun 2021 ini berbeda dengan lebaran tahun tahun sebelumnya….dikarenakan masih PANDEMI COVID-19, jadi lebaran ketupat yang biasanya rame di pantai kartini jepara karena ada pesta lomban dan obyek wisata lainnya di kabupaten jepara, tp untuk tahun iki semua obyek wisata baik yang dimiliki pemerintahan kabupaten, swasta maupun yang dimiliki desa di tutup dan pesta lomban di tiadakan…..tp walau begitu kita sebagai generasi penerus tidak boleh melupakan tradisi Lebaran kupatan iki….krn udah menjadi ciri khas nya kota jepara yaitu 7 hari setelah lebaran idul fitri ada Lebaran ketupat.. semoga Pandemi Iki segera hilang dan kita bisa merayakan lebaran ketupat bisa seperti tahun tahun sebelumnya….Amin

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan